Skip to main content

Within a Span of 10 Years, I Will Be

Hello everyone, welcome back to my blog! Today, I will be sharing a road map about what I am going to do within the span of ten years. Please note that this is an assignment to be posted in our personal blogs. So, here we go. If you don’t speak Bahasa Indonesia, you can go to the translation bar and translate the page into English (Bearla).

Merancang masa depan tidaklah semudah yang dibayangkan. Kita perlu menggali berbagai potensi yang kita miliki, menganalisis kelebihan dan kekurangan yang kita miliki, serta bermimpi. Namun tentu saja tidak semua mimpi akan terwujud begitu saja. Diperlukan kegigihan serta tindakan nyata dalam mewujudkannya, dan berikut ini adalah rencana tindakan saya dalam sepuluh tahun kedepan.


     Pada tahun 2019, saya akan menyelesaikan pendidikan S1 Psikologi, dan mendapat pengalaman magang di UPP. Yang akan saya lakukan demi menyelesaikan pendidikan S1 Psikologi, yakni mengambil mata kuliah seminar dan memanfaatkannya dengan baik untuk membuat sebuah proposal penelitian skripsi. Pada semester 7, saya akan menyelesaikan laporan skripsi sambil mengambil peminatan klinis. Selain itu, saya juga akan belajar lebih giat dan mempertahankan IPK diatas 3.00. Pengalaman magang akan saya dapatkan di Unit Pelayanan Psikologi, yang juga akan menambah pengetahuan tentang psikologi klinis. Pada tahun ini, saya juga akan merilis novel baru di Wattpad, sebuah platform online dimana kita bisa membagikan tulisan-tulisan kita baik fiksi maupun non-fiksi. Platform ini menjadi media saya dalam mengekspresikan perasaan saya dalam bentuk tulisan selama beberapa tahun terakhir. Pada tahun-tahun selanjutnya, saya akan terus merilis novel baru setiap tahunnya.

     Pada tahun 2020, saya akan lulus dan wisuda, memfokuskan diri untuk merilis novel dalam bentuk fisik, serta melanjutkan pendidikan pada jenjang S2 Magister Profesi Psikologi. Saya akan wisuda dengan nilai IPK 3.50 dan mendapat predikat lulus 3.5 tahun. Selanjutnya, saya akan melanjutkan pada jenjang yang lebih tinggi. S2 Magister Profesi Psikologi saya pilih karena saya memiliki cita-cita menjadi psikolog klinis. Saya merasa mampu untuk menempuhnya karena saya memiliki keinginan untuk terus belajar dan mendalami psikologi klinis. Pada tahun ini pula, saya akan fokus pada tulisan-tulisan saya dan mencoba untuk menjadi professional dengan mempersiapkan novel saya untuk dirilis di tahun selanjutnya.

     Pada tahun 2021, saya akan segera menyelesaikan pendidikan S2, dan menerbitkan sebuah novel fisik. Saya akan menyelesaikan thesis, dan mempertahankan IPK agar tetap berada diatas 3.00. selain itu, saya juga akan berusaha merilis sebuah novel cetak yang telah saya buat di tahun sebelumnya. Saya akan terus belajar dan bermentor pada salah satu teman penulis saya yang memang sudah terkenal. Sharing dengan sesama penulis tentang berbagai cerita maupun topik terbaru juga akan saya lakukan.

     Pada tahun 2022, saya akan wisuda dan lulus dengan gelar master, menjadi seorang psikolog, serta menemukan ide baru untuk novel selanjutnya. Ketika saya lulus dari Magister Psikologi Profesi dan mendapat SIPP, saya mulai mendaftar untuk bekerja di rumah sakit swasta di Surabaya. Disana, saya akan menjalankan tugas sebagai seorang psikolog dengan peminatan klinis. Selain itu, saya juga akan mengeksplor dan mencari ide untuk novel kedua saya. Sebagai seseorang dengan hobi menulis, saya akan lebih mudah mengekspresikan ide melalui tulisan. Pada tulisan-tulisan saya selanjutnya, saya akan mempromosikan kesadaran akan kesehatan mental dengan mengangkat isu-isu yang paling populer di masa tersebut.

     Pada tahun 2023, seperti sebelumnya, saya masih akan berkarir sebagai psikolog di rumah sakit, serta mendaftar untuk beasiswa Chevening, dan melanjutkan tulisan saya dari tahun sebelumnya. Beasiswa Chevening adalah beasiswa dari Kerajaan Inggris bagi mahasiswa internasional, yang diikuti oleh ribuan pelajar dari berbagai penjuru dunia. Saya mendaftar beasiswa Chevening karena ingin memperdalam ilmu saya dalam bidang Psychology of the Arts, dimana psikologi berkembang dalam lingkup seni. Universitas yang saya tuju adalah Goldsmiths, University of London, dimana universitas ini memiliki jurusan MSc Psychology of the Arts, Neuroaesthetic, and Creativity. Demi mencapai hal ini, saya akan mengikuti tes IELTs dan mendapat skor 8.0 karena skor minimum yang dibutuhkan adalah 7.5 pada keempat aspek tes.

    Pada tahun 2024, saya akan melanjutkan pendidikan di Goldsmiths, University of London pada jurusan MSc Psychology of the Arts, Neuroaesthetics, & Creativity. Selain itu, saya akan berkontribusi di organisasi seni setempat untuk memenuhi salah satu mata kuliah dalam modul perkuliahan. Sebagai pecinta seni, saya bersemangat melakukan kontribusi tersebut, karena selain melakukan penelitian, saya juga dapat belajar banyak terutama tentang seni drama. Namun saya tidak meninggalkan tugas saya dengan latar belakang psikologi. Ada berbagai yayasan tentang kesehatan mental di Inggris, dan salah satunya adalah Mental Health Foundation, dimana salah satu tujuan mereka adalah mempromosikan kesehatan mental di masyarakat. Saya akan berkontribusi di dalamnya, dan menggalangkan kampanye kesehatan mental dengan lebih giat.

     Pada tahun 2025, saya akan mengerjakan thesis, dimana thesis ini merupakan penggabungan dari dua bidang yang saya sukai, yakni seni drama dan psikologi. Dalam hal ini, penelitian akan dilakukan secara kuantitatif pada suatu organisasi seni tertentu. Setelah itu, saya akan lulus dan mendapat gelar MSc dalam Psychology of the Arts, Neuroaesthetics, & Creativity. Setelah itu saya akan mengambil kelas untuk konversi gelar psikolog di universitas yang sama.

     Pada tahun 2026, saya akan melakukan penelitian terhadap konseling kelompok, yakni psikodrama. Karena hal ini masih kurang terlalu diteliti, maka saya akan meneliti penempatannya pada salah satu drama karangan William Shakespeare, Hamlet. Drama ini dipilih karena berkaitan dengan topik gangguan mental. Penelitian ini nantinya akan dijadikan sebuah kajian dalam bentuk buku, dimana buku ini akan diterbitkan di tahun selanjutnya.

     Pada tahun 2027, saya akan menerbitkan buku tentang penelitian yang saya lakukan di tahun sebelumnya. Selain itu, saya akan tetap berkontribusi pada organisasi seni setempat. Disini, saya akan mencari ide untuk dua buah novel dengan genre psychological thriller. Novel ini juga akan segera diterbitkan di tahun yang sama.

     Mengikuti dari tahun sebelumnya, di tahun 2028 ini saya akan mempromosikan kedua novel terbaru saya yang berada dalam satu universe yang sama. Kedua novel ini diharapkan dapat mengulas dan mengangkat berbagai gangguan mental yang ada di masyarakat, namun masih belum terlalu dibahas. Di tahun ini, saya akan merancang sebuah penelitian tentang psikologi dengan seni drama yang mirip dengan penelitian pada tahun sebelumnya, namun pada kebudayaan Jawa. Penelitian ini belum ditemukan pada penelitian sebelumnya.


Dalam menjalankan berbagai hal, termasuk dalam merencanakan aksi, perlu disesuaikan dengan kemampuan serta kelebihan dan kelemahan diri kita. Dari Johari Window, secara garis besar, kelebihan yang saya miliki antara lain adalah keinginan untuk belajar, kemampuan dan kesukaan dalam menulis serta membaca, menjadi pendengar yang baik, dapat memimpin, mampu beradaptasi dengan baik, serta memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik.

     Selain itu, tipe kepribadian Myers-Briggs Type Indicator yang saya miliki adalah INFP, yaitu Introvert, Intuitive, Feelings, dan Perceiving. Saya memang merupakan orang yang lebih dapat menikmati sesuatu ketika sedang sendirian. Saya mendapat banyak ide ketika saya sedang sendirian. Trait intuitive ditunjukkan dengan kemampuan saya dalam menghubungkan ide. Saya lebih mudah membayangkan sesuatu, bahkan sebelum mengalaminya. Selain itu, saya memiliki trait feelings yang dapat dibilang kuat. Saya mudah berempati dengan orang lain, serta mudah emosional akan hal-hal tertentu. Dan yang terakhir adalah perceiving. Saya merupakan orang yang spontan dalam melakukan sesuatu dan mudah beradaptasi dalam situasi apa pun. Ketika menghadapi permasalahan, saya mudah mencari alternatif bahkan tanpa adanya persiapan, dan hal ini merupakan salah satu kelebihan saya.

Want to know more about me?


Pemaparan diatas merupakan pemaparan road map serta bagaimana kelebihan dan kekuatan saya akan dapat menunjang terlaksananya rencana-rencana pada tahun-tahun mendatang. Masa depan memang tidak dapat dilihat secara langsung, namun kita dapat merabanya bahkan merencanakannya. Sekian tulisan saya pada hari ini. Terima kasih.

Things that are written above are this one huge plan of road map, along with how my strengths would affect the implementations of those plans in years to come. The future might be uncertain, but we can still sense the blurry lines and plan it. I think that is all for today’s post. Thank you, and I will see you on the next post!


Lotsa love,


Mary x

Comments

Popular posts from this blog

Night Routine with Petroleum Jelly

Ciao friends! Welcome back to my blog post! Today I am going to tell you about my night routine with petroleum jelly. As we all know, petroleum jelly has so many uses, and it is widely used in cosmetic skin care. Now, I am gonna show you how I use this petroleum jelly (product by Vaseline). My night routine consists of brushing my teeth, washing my face, and dipping right into Vaseline petroleum jelly. The texture of this jelly is really soft and balm like. Apply a small amount of jelly on any areas that you desired.  Firstly, I use it for my lips. I have dry and chapped lips, so I apply this jelly, just a little bit, on them before bed, and when I wake up in the morning, my lips are no longer chapped. You need to do this every night as a routine for a better effect. Then, I too apply this jelly on some pimples on my face. Yes, I do have a problem with this for a while, and petroleum jelly finally helps me out. Those little pimples are little by little no lon...

Stockholm Syndrome as a Survival Instinct

Hi fellas! Been so long since my last post, and now I am back! I want to share something with you guys, and this actually is something that I've discovered for a while now. Hope you enjoy! Stockholm Syndrome as a Survival Instinct   Stockholm syndrome. Some of us may have heard those two words. Maybe from a song title whose a songwriter used as the song’s inspiration, or maybe from several fictions on reading sites like Wattpad. But actually, does Stockholm syndrome exist? Let’s check this out! The origin of the syndrome itself was a bank robbery in Stockholm, Sweden, back in August 23rd 1973, including the hostage of four people within 131 hours. At that time, the unusual phenomenon occurred. One of the hostages, Kristin Enmark (23), was actually ‘bonding’ emotionally with the captor. She even confronted and feared the police when they were being rescued. She then confessed her dislike towards the police and defended the captors on the local radio. Later in th...

So Good Album does Sound so Good

    Hello there! Been so long since my last music review, and it was about Zayn Malik's Pillowtalk . Phew! I've been gone for so long, but now I decided to be more active in running this blog. As you can see, my blog has just been renewed and I am pretty satisfied with the new theme. So, in this post I'm going to give my opinion about this (kinda new) album from Swedish singer, Zara Larsson. I am pretty sure that you have heard about her before.     Few weeks ago, I discovered an album in Spotify. See, I wasn't really aware of new musics until I made a Spotify account. I have heard about Zara Larsson before, but not sure which song of hers that I've heard. So, I decided to listen to Ain't My Fault as it was pretty much people's jam. Turned out that the tune was so good and it stayed in my head for days. Then I listened to the entire album and fell in love instantly. I bought the CD here . But if you are not from Indonesia and willing to purchase...